Medik adalah salah satu divisi yang memikul tanggung jawab untuk memelihara keselamatan panitia dan peserta dari segala gangguan internal, baik secara fisik ataupun mental. Seorang medik harus mampu memberikan pertolongan pertama dengan cepat pada saat yang tepat.
Fungsi medik :
1) Mencegah kematian 2) Mencegah kecacatan 3) Memberi kenyamanan
Delapan nilai dasar medik:
1. Sigap
Berarti tangkas, cepat dan tepat, penuh semangat dan meyakinkan. Kedinamisan seorang medik sangat dibutuhkan di lapangan, karena situasi di lapangan selalu bisa berubah. Sigap itu cepat dan tepat, tetapi bukan terburu-buru.
2. Paham teori
Memahami teori medik dengan segala seluk-beluknya, seperti prinsip medik, cara evakuasi, cara pemberian pertolongan pertama, dan lainnya.
3. Paham aplikasi dari teori di lapangan
Tidak hanya mengerti teori saja, tetapi dapat menerapkan teori tersebut saat hari-H INTEGRASI nantinya.
4. Waspada
Berarti berhati-hati dan bersikap siaga. Sigap melihat situasi dan kondisi di sekitarnya dan di sekitar orang yang membutuhkan pertolongan, memperhatikan sekeliling dengan seksama.
5. Berpikir jernih
Seorang medik harus dapat tenang dan mampu mengontrol dirinya, bahkan dalam kondisi di bawah tekanan.
6. Profesional
Mampu bertindak sesuai ranah kerja, prosedur, dan etika. Misalnya, sebelum menangani korban, penolong harus mengenalkan diri terlebih dahulu. Selain itu, sebaiknya medik laki-laki menangani korban laki-laki dan medik perempuan menangani korban perempuan.
7. Fisik prima
Karena kerja panitia medik sangat menguras stamina, (seperti mengangkat korban, mengangkat tas berat, berlari, dll.) maka kita harus lebih sehat daripada korban yang kita tangani.
8. Peduli dan empati
Tidak hanya sekedar memberikan pertolongan pertama, tetapi juga peduli terhadap keadaan korban, atau bahkan memposisikan diri kita sebagai korban yang ditolong.
Fungsi medik :
1) Mencegah kematian 2) Mencegah kecacatan 3) Memberi kenyamanan
Delapan nilai dasar medik:
1. Sigap
Berarti tangkas, cepat dan tepat, penuh semangat dan meyakinkan. Kedinamisan seorang medik sangat dibutuhkan di lapangan, karena situasi di lapangan selalu bisa berubah. Sigap itu cepat dan tepat, tetapi bukan terburu-buru.
2. Paham teori
Memahami teori medik dengan segala seluk-beluknya, seperti prinsip medik, cara evakuasi, cara pemberian pertolongan pertama, dan lainnya.
3. Paham aplikasi dari teori di lapangan
Tidak hanya mengerti teori saja, tetapi dapat menerapkan teori tersebut saat hari-H INTEGRASI nantinya.
4. Waspada
Berarti berhati-hati dan bersikap siaga. Sigap melihat situasi dan kondisi di sekitarnya dan di sekitar orang yang membutuhkan pertolongan, memperhatikan sekeliling dengan seksama.
5. Berpikir jernih
Seorang medik harus dapat tenang dan mampu mengontrol dirinya, bahkan dalam kondisi di bawah tekanan.
6. Profesional
Mampu bertindak sesuai ranah kerja, prosedur, dan etika. Misalnya, sebelum menangani korban, penolong harus mengenalkan diri terlebih dahulu. Selain itu, sebaiknya medik laki-laki menangani korban laki-laki dan medik perempuan menangani korban perempuan.
7. Fisik prima
Karena kerja panitia medik sangat menguras stamina, (seperti mengangkat korban, mengangkat tas berat, berlari, dll.) maka kita harus lebih sehat daripada korban yang kita tangani.
8. Peduli dan empati
Tidak hanya sekedar memberikan pertolongan pertama, tetapi juga peduli terhadap keadaan korban, atau bahkan memposisikan diri kita sebagai korban yang ditolong.
No comments:
Post a Comment