Evakuasi

Evakuasi adalah kegiatan memindahkan korban dari lokasi kecelakaan ke tempat lain yang lebih aman dengan cara-cara yang sederhana.

Sebelum melakukan evakuasi, hal penting yang harus diperhatikan yaitu terlebih dahulu melepas atribut dan ikatan di tubuh korban. Hal ini diperlukan untuk mempermudah evakuasi dan mencegah belitan yang dapat menyakiti korban.

Setelah itu, ambil tas dan barang bawaan korban agar korban tidak berat membawa beban. Prosedur untuk mengamankan tas adalah kendorkan strap tangan hingga kendornya maksimal, lalu selempangkan diagonal di salah satu bahu penolong.

Gambar 1. Penggunaan Tas Korban pada Penolong
Jika korban menggunakan kacamata, penolong harus mengamankan kacamata dengan cara dilepaskan kacamatanya dan bisa kita gunakan di bagian belakang kepala penolong, jika kacamata diletakkan di depan kepala bagian atas penolong akan menganggu penolong karena kacamatanya akan terjatuh dan tidak cocok dengan lensa mata penolong.
Gambar 2. Pengamanan Kacamata Korban oleh Penolong
Ada empat jenis evakuasi yang telah disampaikan pada saat diklat. Keempat jenis evakuasi tersebut disesuaikan dengan kondisi korban, lokasi korban, dan jumlah penolong yang tersedia. Keempat jenis evakuasi tersebut adalah sebagai berikut :


Evakuasi 1-0

Gambar 3. Pertolongan Teknik Evakuasi 1-0
Teknik 1-0 ini adalah teknik memapah saat korban masih dalam keadaan sadar.  Teknik ini digunakan untuk satu orang korban dan satu orang penolong. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
  1. Posisi korban berada disebelah kiri penolong.
  2. Posisikan lengan korban pada pundak penolong.
  3. Posisikan tangan penolong di pinggang korban dengan memegang yang mudah dipegang seperti lubang untuk ikat pinggang.
  4. Posisikan kaki kanan korban di atas kaki kiri penolong agar membantu dalam melangkah.
  5. Untuk melangkah, samakan irama langkah antara kaki kiri dan kanan, langkah harus seirama agar korban tidak terjatuh.


Evakuasi 1-1
Gambar 4. Pertolongan Teknik Evakuasi 1-1


Teknik 1-1 ini adalah teknik menggotong korban saat korban terjatuh dalam posisi terduduk atau tertidur. Teknik ini dilakukan oleh 2 orang penolong. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
  1. Penolong menggambil posisi di kanan dan kiri korban, salah satu penolong meregangkan tali tas korban dan kemudian melepaskannya dan membawanya dengan cara menyelempangkannya ke salah satu sisi tubuh.
  2. Penolong yang berada di sebelah kiri melakukan posisi medik dengan kaki kiri sebagai tumpuan dan kaki kanan tegak, penolong yang berada di sebelah kanan melakukan hal yang sebaliknya. Kemudian kaki kanan penolong sebelah kiri dan kaki kiri penolong sebelah kanan yang tegak dirapatkan untuk dijadikan senderan korban.
  3. Penolong mengaitkan tangannya pada lubang gesper di celana korban dengan posisi cross, penolong di sebelah kanan memegang lubang gesper sebelah kiri dan begitu pula sebaliknya.
  4. Kedua penolong mendekap dengkul korban dari bagian bawah dengan menggunakan tangan yang satunya lagi.
  5. Angkat korban dan kemudian dudukkan pada kaki penolong yang tegak dan sudah dirapatkan.
  6. Berdiri secara perlahan dan bawa korban ke tempat yang lebih aman dengan arah searah kaki korban.
Catatan :
  • Sebelum melakukan evakuasi, kedua penolong harus sudah menyepakati siapa yang akan memegang aba-aba untuk langkah nomor 5 dan 6.
  • Saat membawa korban ke tempat yang lebih aman gerakan harus lurus, tidak boleh menyilang.

Evakuasi 2-1
Teknik 2-1 ini adalah teknik menggotong korban saat korban sudah tidak sadar namun berada di tempat yang relatif luas. Teknik ini dilakukan oleh tiga orang penolong. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
  1. Satu orang penolong berada di sebelah kanan, dua orang penolong yang lain berada di sebelah kiri korban.
  2. Penolong yang berada di sebelah kanan mengambil posisi sejajar dengan perut (bagian tengah tubuh) korban, sementara penolong yang berada di sebelah kanan satu orang mengambil posisi sejajar dengan kepala korban dan satu orang yang lain mengambil posisi sejajar dengan kaki korban. Penolong yang sejajar dengan kaki korban bertugas untuk membawa barang-barang yang dimiliki korban.

    Gambar 5. Posisi Penolong Saat Evakuasi 2-1
  3. Seluruh penolong melakukan posisi medik.
  4. Penolong menelungkupkan kedua tangan, kemudian memasukkannya ke bawah tubuh korban, kemudian membalik tangannya dan mendekap tubuh korban.
  5. Penolong mengangkat korban ke pahanya, usahakan ketiga penolong memiliki paha yang sejajar atau jikapun tidak, penolong yang memiliki paha lebih tinggi berada sejajar dengan kepala korban.

    Gambar 6. Penolong Saat Menaikkan Korban ke Paha
  6. Angkat korban sembari berdiri, kemudian bawa korban ke tempat yang lebih aman dengan arah gerak ke arah kepala dan ketika menaiki/menuruni anak tangga letakkan kepala di bagian yang lebih tinggi.

    Gambar 7. Penolong Saat Membawa Korban ke Tempat yang Lebih Aman
Catatan :
  • Komando dipegang oleh penolong yang berada sejajar dengan kepala korban 
  • Saat membawa korban ke tempat yang lebih aman gerakan harus lurus, tidak boleh menyilang.


Evakuasi 3-0
Teknik 3-0 ini adalah teknik menggotong korban saat korban sudah tidak sadar dan biasanya dihadapkan dengan jalan/lorong yang sempit. Teknik ini dilakukan oleh tiga orang penolong. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
  1. Penolong (Tiga orang, satu orang di kepala yang paling mengerti kondisi lapangan, satu di pusat badan yang paling kuat, satu orang di kaki yang membawa beban korban seperti tas dan kacamata) di sebelah kanan korban.

    Gambar 8. Prosedur Awal Teknik Evakuasi 3-0
  2. Tangan korban dilipatkan di dada korban (seperti posisi berdiri pada salat).
  3. Selipkan tangan ke bawah badan korban dengan punggung tangan menghadap ke badan korban hal ini agar tidak terjadi luka pada tangan penolong.

    Gambar 9. Prosedur Teknik Evakuasi 3-0
  4. Angkat badan korban, (saat mengangkat telapak tangan penolong dibalik, dengan telapak tangan menghadap tubuh korban) dengan yang memegang komando adalah orang di yang memegang kepala korban.
  5. Letakkan badan korban di paha penolong (gunakan posisi medik untuk penolong).

    Gambar 10. Prosedur Teknik Evakuasi 3-0
  6. Jika sudah dalam posisi medik, badan korban dimiringkan ke arah badan penolong dengan tangan korban di perut penolong.

    Gambar 11. Prosedur Teknik Evakuasi 3-0
  7. Penolong berdiri sambil mengangkat korban, dengan yang memegang komando adalah orang yang memegang kepala.

    Gambar 12. Prosedur Teknik Evakuasi 3-0
  8. Saat melangkah harus sesuai aba-aba, seirama antara kaki kiri dan kanan penolong dalam melangkah.
  9. Korban dievakuasi mengikuti arah kepala korban, jika ada tangga, posisi kepala harus dibagian yang lebih tinggi agar korban tidak merasa pusing.
Catatan Penting untuk semua prosedur:
  • Aba-aba, komando, dan langkah saat evakuasi harus selaras dan seirama agar korban tidak terjatuh dan sakit.
  • Hindari tangga, jalan yang rusak, dan daerah dekat wilayah konstruksi.

No comments:

Post a Comment