Penggunaan Mitella





Mitella adalah pembalut putih berbentuk segitiga dengan salah satu sudutnya berbentuk siku-siku. Dikenal juga dengan sebutan triangular bandage atau cravat.


Mitella dipergunakan pada bagian kaki yang tebentuk bulat atau untuk menggantung bagian anggota badan yang cedera. Pembalut ini biasa dipakai pada cedera di kepala, untuk pembungkus kepala / penahan rambut, untuk pembalut sendi bahu dan panggul, dada, siku, telapak tangan, pinggul, telapak kaki, dan untuk menggantung lengan.
mitella saf 0, 2, 4, dan 8


Dalam pelipatan mitella dikenal sebutan saf 0, saf 2, saf 4, dan saf 8.
Saf 0 merupakan keadaan mitella terbentang lebar.

Untuk cara pembuatan saf 2, 4, dan 8 silakan simak video di bawah.




Cara Penggunaan Mitella

Bagian Kepala:

1. Menghentikan pendarahan pada kepala
a. Letakkan mitella saf 0 sehingga sudut siku-siku terletak di belakang kepala, dan sisi alas mitella terletak di bagian depan kepala.
b. Lipat sisi alas sehingga melingkupi dahi, dengan lipatan di bagian luar. 
c. Bawa kedua ujung yang menjuntai ke belakang kepala dan ikat dengan erat. Apabila masih ada sisa mitella, simpul atau ikat sehingga tidak ada mitella yang menjuntai.

2. Menghentikan pendarahan pada pelipis

a. Gunakan mitella saf 8, Letakkan bagian tengah mitella (ditandai dengan ujung mitella yang berbentuk segitiga) di bagian pelipis yang terluka (gambar 1)
b. Silangkan mitella di atas telinga (gambar 2 dan 3)
c. Lilitkan mitella mengelilingi kepala, melewati dahi (gambar 4)
d. Ikat sisa mitella (gambar 5). Jika masih terdapat sisa yang cukup panjang, ikat sedemikian rupa sehingga simpul berada di bagian yang terluka.

3. Menghentikan pendarahan di mata





a. Siapkan dua mitella, mitella A dan B.
b. Bentuk mitella A menjadi bantalan persegi, lalu letakkan di atas mata yang terluka. Bantalan diperlukan untuk menekan karena mata itu sensitif, sehingga tidak baik ditekan langsung dengan satu mitella saja.
c. Lipat mitella B menjadi saf 8, gunakan untuk menahan mitella A pada posisinya dengan mantap.

4. Menghentikan pendarahan pada dahi
a. Siapkan mitella saf 0. Letakan sudut siku-siku mitella pada dahi (gambar 1).
b. Ikat kedua ujung mitella pada dahi (gambar 2)
c. Sisipkan sudut siku-siku mitella (yang berbentuk segitiga) ke simpul di atasnya (gambar 3)
d. Ikatkan ujung mitella yang tersisa di belakang kepala (gambar 4)


Bagian Badan:

1. Membalut luka pada dada/punggung



a. Untuk membalut luka di dada: sampirkan sudut siku-siku mitella pada pundak di sisi yang terluka (gambar 1), dengan mitella menutupi dada. Pada gambar ini, luka terdapat pada sisi kanan.
b. Ikat kedua ujung mitella di punggung dengan simpul, sedemikian sehingga salah satu ujung tersisa cukup panjang (gambar 2)
c. Ikat ujung simpul yang panjang dengan sudut siku-siku mitella (gambar 3)
d. Untuk membalut luka di punggung lakukan serupa dengan langkah di atas, dengan mitella menutupi punggung.

2. Membalut bahu

a. Siapkan dua mitella. Selempangkan mitella A saf 0 melalui bahu yang sakit, ikat kedua ujungnya (gambar 1)
b. Siapkan mitella B saf 0, sisipkan sudut siku-sikunya melewati bagian bawah mitella A (gambar 2)
c. Sisipkan sudut siku-siku mitella B sehingga tertahan oleh mitella A. Silangkan kedua ujung mitella B sehingga mitella B membalut bahu dengan mantap.
d. Simpul kedua ujung mitella B dengan kuat.


3. Membalut tulang belikat

a. Siapkan mitella saf 0. Sampirkan sisi alas mitella di leher, dengan sudut siku-siku menunjuk ke bawah di punggung (gambar 1)
b. Bawa kedua ujung mitella melalui bahu depan, lalu ikat di punggung (gambar 2)
c. Masukkan sudut siku-siku ke ikatan tersebut, eratkan sehingga posisi tulang belikat terjaga pada tempatnya.


Bagian Tangan:


1. Membuat gendongan lengan
a. Siapkan saf 0, letakkan mitella di antara badan dan lengan yang sakit seperti di gambar. Sudut siku-siku mitella berada di siku lengan yang sakit, bagian alas mitella terletak vertikal.
b. Ambil ujung mitella yang mengarah ke bawah, arahkan ke atas sehingga menyangga tangan yang sakit.
Bila lengan retak/patah, lengan harus terletak mendatar dalam gendongan. Bila lengan terluka/memar, letaknya lebih tinggi dari siku untuk mencegah pembengkakan.
c. Ikat kedua ujung mitella dengan kuat, Amankan sudut siku-siku mitella dengan peniti (opsional)

2. Menghentikan pendarahan di telapak tangan





a. Siapkan mitella saf 4. Letakkan bagian tengahnya menutupi bagian yang terluka. Biarkan kedua ujung mitella menjuntai : ujung A yang berada di dekat ibu jari dan ujung B yang berada dekat jari kelingking
b. Lilitkan ujung A melewati punggung tangan, melewati telapak tangan, ke arah celah antara ibu jari dan telunjuk.
c. Lilitkan ujung B melewati punggung tangan, melewati bagian bawah ibu jari, melewati telapak tangan menuju bagian bawah jari kelingking.
d dan e. Ulangi prosedur di atas, sehingga sisa ujung mitella silang-menyilang di telapak tangan dan melewati punggung tangan.
f. ikat dengan kuat kedua ujung mitella kalau bisa tepat di atas daerah yang terluka untuk menandainya.


3. Membalut tangan yang remuk

Perhatian: tidak persis seperti pada gambar
a. Sebelum membalut tangan, berikan 1 mitella tambahan pada korban dan posisikan tangan korban dalam posisi menggenggam mitella tersebut, Untuk medik perempuan, bisa juga menggunakan pembalut
b. Balut tangan korban mirip seperti pada gambar, dengan telapak tangan menghadap ke atas dan tangan dalam posisi menggenggam.


Bagian Kaki:


1. Membalut ankle
a. Siapkan mitella saf 8. Posisikan kaki korban menekan badan medik (gambar 1)
b. Tempatkan bagian tengah mitella pada telapak kaki korban. Silangkan kedua ujung mitella dan bawa ke atas mata kaki korban (gambar 2).
c. Pastikan mitella terpasang kencang, silangkan kedua ujung mitella lagi dan bawa ke telapak kaki (gambar 3 dan 4). 
d. Simpul mitella dengan kuat. Apabila masih tersisa ujung mitella, ikat mengelilingi ibu jari.



2. Membalut lutut

Gunakan saf 8 atau saf 4, sesuaikan dengan kebutuhan.
Lilitkan dengan erat di lutut lalu simpul dengan kuat.

No comments:

Post a Comment