Basic Health Problems while Orientation

Integrasi ITB 2016 yang akan berlangsung selama 4 hari akan penuh dengan acara dan kegiatan. Di antara kesibukan, mungkin sekali ada peserta yang mengalami gangguan kesehatan. Berikut beberapa gangguan kesehatan mendasar yang kerap terjadi, gejala, dan cara penanganannya.


Pingsan
Pingsan bukanlah penyakit, melainkan suatu gejala (symptom). Pingsan diakibatkan oleh kurangnya sirkulasi darah ke otak, sehingga seseorang dapat kehilangan kesadaran. Pingsan dapat disebabkan oleh beberapa hal, jadi selalu tanyakan apa penyebabnya saat menangani pasien.

Beberapa penyebab pingsan:
  • Anemia : kelainan pada sel darah merah atau hemoglobin
  • Hipotensi : tekanan darah rendah
    gejala: wajah pucat, bibir dan ujung jari membiru
  • (Khusus wanita) sedang menstruasi
  • Hipoglikemi : kadar gula rendah
  • Trauma (benturan)
  • Dehidrasi
  • Stress



Ada baiknya kita bersikap waspada untuk mencegah jatuhnya pasien.

Cegah pingsan dengan mewaspadai adanya maba yang : tidak fokus (blank), gemetar, keringat dingin, dan badan seakan mau jatuh.
Kita dapat memeriksa dengan memanggil namanya, dan melihat apakah sikapnya stabil atau tidak.

Apabila pasien terlanjur pingsan, berikut cara menanganinya. 

Penanganan:
  1. Bawa ke tempat yang aman
  2. Longgarkan pasien dari segala ikatan dan hal lain yang menekan, misalnya kerah baju, nametag, ikat pinggang.
  3. Baringkan pasien dengan posisi kaki lebih tinggi dari kepala.
    Jika tidak memungkinkan, posisikan korban duduk membungkuk dengan kepala terletak di antara lutut.
  4. Usahakan agar pasien sadar dengan: memanggil namanya, menepuk, atau mencubit jempol kaki. Dapat juga menggunakan bau-bauan (tapi ingat, minyak kayu putih mungkin dapat menyebabkan asma).
  5. Jangan mengerubungi pasien. Berikan ruang agar pasien dapat suplai oksigen yang cukup.
  6. Tanyakan sudah makan/belum bila sudah sadar, dan tanyakan hal-hal lain yang bisa dilakukan untuk membuatnya merasa lebih sehat.

Orang yang pingsan karena stress (mis. karena tidak biasa ditegur/dibentak) jangan di-judge "lemah" atau "manja" atau semacamya. Medik berperan sebagai penenang yang memberikan dukungan, marah-marah itu urusan keamanan :p Berbicara yang baik dan positif, misalnya "Sebenarnya kakak itu begitu untuk kebaikan kamu kok." Tim kesehatan jangan memperburuk keadaan.




Sesak napas
Sesak napas sering diidentikkan dengan asma, padahal berbeda. Seperti pusing, sesak napas bukanlah penyakit, melainkan gejala berupa sumbatan/penyempitan pada saluran pernapasan. Sesak napas ditandai dengan 
  1. Sulit bernapas
  2. Sulit berbicara
  3. Napas berdecit/berdengik (khusus asma)

Beberapa penyebab sesak napas: 
Penanganan sesak napas: 

Nosebleeding
Nosebleeding atau mimisan adalah pecahnya pembuluh darah sehingga darah keluar dari hidung. Nosebleed dapat disebabkan akibat suhu ekstrem (terlalu panas/dingin), benturan/trauma, kelelahan.

Nosebleeding dibagi menjadi:
Internal bleeding atau mimisan berat yang ditandai dengan keluarnya darah dalam jumlah sangat banyak, seperti waterfall, mengalir terus.
Penanganannya adalah : tampung darah dengan kapas dibalut kassa, rujuk ke rumah sakit, tida usah diusahakan untuk dihentikan.

Eksternal bleeding atau mimisan ringan. Dapat ditangani dengan 1. Tekan cuping hidung sambil membungkuk, atau gunakan kapas yang dibalut kassa. 2. Minta bernapas dengan mulut. 3. Bersihkan hidung bagian luar. Buka  untuk memeriksa apakah mimisan sudah berhenti atau belum setiap 5-10 menit.

Setelah pasien sembuh, tetap observasi pasien selama 5-10 menit untuk memastikan bahwa pasien memang sudah sembuh.


Hipertensi dan Hipotensi
Hipertensi adalah tekanan darah di atas normal. Salah satu gejala hipertensi adalah sakit kepala hingga tengkuk.

Hipotensi adalah tekanan darh di bawah normal.

Biasanya, penderita penyakin seperti ini telah siap dengan obat pribadi yang dibutuhkannya.

Kram
Kram adalah kontraksi otot tanpa sengaja yang menyebabkan nyeri. Gejala kram adalah anggota badan menjadi kaku atau stiff karena kita telah kehilangan kemampuan untuk mengontrol otot pada bagian tersebut.

Penanganan: berikan pasien kesempatan untuk istirahat. Gerakan bagian tubuh yang kram perlahan-lahan sesuai kemampuan pasien.

Keseleo
Keseleo adalah pergeseran pada persendian. Gejalanya antara lain : bengkak, nyeri bila ditekan/digerakkan, daerah yang luka kemerahan/kebiruan. Umum terjadi pada mobilisasi massa.

Penanganan : R.I.C.E
  1. Rest : istirahatkan pasien, terutama bagian yang sakit
  2. Ice : gunakan es/kompres dingin pada bagian yang terkena, untuk meredakan rasa sakit dan mencegah pembengkakan semakin parah
  3. Compression : balut bagian yang keseleo, misalnya dengan mitella
  4. Elevate : letakkan bagian yang terluka lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi pembengkakan
Apabila tidak terlalu parah, kaki yang keseleo/terkilir dapat dibebat lalu diapkai berjalan kembali. Namun, keseleo/terkilir yang dibiarkan tanpa penanganan dapat mengakibatkan cedera dan pembengkakan yang makin parah.

Sakit kepala
Sakit kepala dapat disebabkan oleh berbagai hal, sakitnya dapat berbeda rasanya, dan penanganannya pun berbeda. Tanyakan pada pasien, apakah sakitnya seperti tertekan, berdenyut, berputar-putar.

  • Bila sakit sampai ke tengkuk, waspadai hipertensi. Bawa ke pos untuk mengecek tensinya.
  • Bila sakit rasanya membuat pandangan berputar, waspadai vertigo.
    Penaganan : 1. Bawa ke tempat yang aman. 2. Tanyakan pada pasien ia lebih nyaman ke sisi mana, sebab penderita vertigo merasa lebih nyaman mengarah ke satu sisi tertentu.
  • Sakit kepala akibat menstruasi.

Pusing
Pusing berbeda dengan sakit kepala. Pusing disebabkan karena kondisi psikis, sedangkan sakit kepala merupakan gejala sebagai akibat dari fisik. Pusing dapat disebabkan oleh stress, misalnya "
Penanganan : tenangkan pasien. Beri minum, beri makan, atau hal lain untuk membuat pasien lebih nyaman dan tenang.

Cedera

Luka

Sakit perut

CPR

Bidai

(this post is currently being written. refresh page to see the latest update)

No comments:

Post a Comment